Minggu, 28 Februari 2010

Yamaha Nouvo yang Panjang dan Blink-blink



Yamaha Nouvo 2002 ini sekilas sulit untuk bisa melesat cepat, terlebih saat menghadapi jalan keriting. Andaikata melewati polisi tidur, motor ini bahkan sepertinya harus mengibarkan bendera putih. Namun, anggapan itu keliru besar. Skutik berlambang sayap mengepak tersebut justru tak takut dengan polisi tidur atau poldur
Pasalnya, Geri Turgardyana selaku pemilik sudah memodifikasinya dengan sistem suspensi udara, baik di depan maupun belakang, sehingga bisa naik-turun 15 cm. Peredam kejutnya harus dibuat ulang, "Karena udara tidak mempunyai viskositas seperti oli. Maka dari itu, di dalam tabung shock harus dibuat seal-seal yang benar-benar sempurna," papar Geri. Jika sedikit terjadi kebocoran yang bisa dilewati udara, lanjutnya, maka proses naik-turun itu tidak akan sempurna.

Mengenai suplai udara ke peredam kejut, sumbernya dari kompresor tabung yang diletakkan di bawah jok. Ketika mesin dinyalakan, kompresor itu secara otomatis akan mengisi udara. Keberadaan kompresor membuat ruang bagasi lenyap.

Selain ceper, Nouvo ini juga menarik karena punya bodi yang melar. Ini memang menjadi obsesi Geri. Langkah yang dilakukannya tak cukup dengan menggunakan undur-undur. Ia juga menggarap rangka, terutama bagian depan, persisnya di bagian dek. "Kami menggunakan pelat setebal 5 mm dengan ketinggian 5 cm," sebut juragan Motor Pop di Cimahi, Bandung, Jawa Barat ini. Pada bagian ini, ia sangat memperhitungkan kekuatan karena rangka sangat berpengaruh pada keselamatan dan handling.

Setelah rangka depan dibuat melar, sistem suspensi belakang pun digarap. Pastinya, mesin, CVT, dan sumbu roda yang mundur sampai 30 cm menggunakan pipa kotak dengan ketebalan 20 mm. Kekuatannya pun dijamin.

Sistem rem teromol pada roda belakang tetap dipertahankan. Hanya desainnya yang diubah. Jadi, teromolnya tidak lagi di dalam velg, tetapi menempel dengan CVT sehingga terlihat semacam spacer. Dengan ubahan ini, roda depan dan belakang masih lurus.

Kelar urusan kaki-kaki, Geri dipusingkan masalah bodi. Ia masih ingin mempertahankan bodi standar, sementara rangka sudah banyak diubah. Untuk ubahan bodi, ia pun memanfaatkan bahan serat kaca. (Nurfil)


 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Modofifikasi |Designed by faris vio |Converted to blogger by Blogger Themes